Jumat, 26 Juni 2009

Mencari jalan

Kawan! bangun! bangun! Apakah kiranya kamu terlelap memikirkan nasib kamu semalaman sehingga, melewatkan sang fajar menyingsing? Ataukah kamu malah bersenang – senang semalaman dengan kaum hedonis disana sembari menutup hati dan pikiranmu dengan kerikil – kerikil kemunafikan?

Liahatlah! Bangun! dan cari terus jalan itu, jangan menyerah!
Ingatkah kamu akan janji terhadap Tuhanmu dengan kalimat Syahadat yang manis keluar dari mulutmu, bahkan diamini dengan getaran hatimu. Saat itu kamu telah berjanji bahwa akan mengukuhkan Tuhan dikehidupanmu. Ketika, kamu mengakui Tuhan sebagai sesuatu yang ada maka konsekuensinya kamu harus mengakui unsure – unsure yang berhubungan denganNYa, baik itu perintah, larangan, kodrat, sifat- sifat dan makhluk ciptaanNya.
Sadarkah kamu atas janjimu, ketika meninggalkan dan melalaykan perintahNya padahal itu untuk kebaikanmu. Sadarkah kamu atas janjimu, ketika Tuhanmu memberikan kenikmatan terhadapmu namun nampaknya kamu mengacuhkanNya. Apakah kamu tidak sadar atas janjimu, ketika seharusnya kamu berterimakasih terhadap seseorang malah kamu tidak melakukannya padahal kasih itu merupakan sifat Tuhan. Kamu harusnya sadar atas janjimu, ketika kerusakan lingkungan ini di akibatkan atas keserakahanmu padahal itu adalah makhluk Tuhan yang harusnya dipelihara. Apakah kamu masih tidak sadar akan janjimu, ketika amanah yang dipercayakan terhadapmu kamu hianati demi memakmurkan nafsu hitammu! Berarti ini menandakan kamu telah melanggar janji itu, ini bukan janji terhadap presiden, raja, nabi, ataupun rasul lo, tetapi ini janji terhadap yang menciptakan presiden, raja, nabi ataupun rasul yaitu Tuhan. Tidakkah seluruh tubuhmu merasa merinding, atas apa yang kamu perbuat?
Kawanku, ayooooo bangun! bangun! sadar! Buka pikiran dan hatimu, refleksikan semuanya. Cari terus jalan itu!Bergerak terus! ke timur, ke barat, ke utara, ke selatan, ke gununng, ke samudra, ke padang pasir, ke kutub utara, ke kutub selatan, ke langit, bahkan sampai liang lahat. Kawanku kamu harus mencari jalan – jalan itu, untuk memenuhi janjimu. Singkirkan kerikil – kerikil kelalayan itu dibenakmu.
Walaupun kami jauh, tidak tampak di depanmu, tidak bersenda gurau bersamamu, tidak terjemahkan oleh ruang dan waktumu, sungguh kami mendoakanmu dengan lirih pengharapan agar kamu bisa menemukan jalan lurus itu. Wassalam