Lihatlah teman – teman, apa yang terjadi disekeliling kita apakah iman seorang manusia masih mampu berbuat sesuatu ketika keadilan, ketidakjujuran, penghianatan masih menguasai dunia ini. Saya yakin teman – temanpun yakin, bahwa semua agama di muka bumi ini mengajarkan dengan lantang bahwa keimanan adalah harga mati untuk sebuah kebahagaiaan di dunia dan di akhirat. Dari pemahaman itu, maka seharusnya seorang manusia mempunyai keimanan yang kuat. Namun, pada kenyataannya apa yang terjadi justru sebaliknya. Manusia semakin kehilangan imanya dan akhirnya keluar jalur kodrat manusia sebagi pemimpin di dunia ini, yang seharusnya menjaga kaumnya, serta lingkungan sekitarnya.
1) Apakah cukup kuat keimanan seorang pengusaha menggunakan ilmunya untuk kesejahteraan masyarakat atau malah akan memperkaya dirinya sendiri untuk sebuah penghargaan sebagai pengusaha tersukses.
2) Apakah cukup kuat keimanan seorang hakim terhadap uang suap untuk menggadaikan hukum yang seharusnya ditegakkan dengan kejujuran untuk kepentingan masyarakat.
3) Apakah cukup kuat keimanan seorang dokter untuk menjaga kode etik dan sumpahnya, mengingat keluarganya membutuhkan banyak kebahagiaan.
4) Apakah cukup kuat iman seorang ustad, pastur, biksu, atau tokoh agama, terhadap kemolekan seorang perempuan.
5) Apakah akan cukup kuatkah iman seseorang untuk menantang ketidak adilan, kemunafikan, kebiadaban di muka bumi ini.
Ternyata iman itu pecah ditempat yang seharusnya tidak pecah. Artinya manusia belum memahmi hakikat iman tersebut, mereka terkecoh dengan hanya pendoktrinan antara surga dan neraka. Seharusnya manusia berpikir dan memahami jauh lebih mendalam bagaimana hakekat pilosofi iman itu sendiri.
Teman – teman sekalian coba kita tengok perilaku hewan – hewan yang dianggap sebagai makhluk “dibawah” kita. Tenyata menunjukan kemuliannya di hadapan kita.
Bagaimana kesetian yang amat dalam dari rakyat lebah terhadap “ibu surinya”, sampai – sampai mengorbankan jiwa dan raganya demi pengharapan besar terhadap nasib kerajaannya. Untuk keselamtan kelompoknya dari perburuan maka, seekor induk orangutan akan melindungi keluarganya dari bahaya. Bagaimana seekor induk ayam melebarkan sayapnya symbol kemarahan dan perlawanan ketika anak – anaknya diganggu. Apakah kita tidak malu ketika hewan disekeliling kita lebih cukup memperlihatkan iman untuk menunjukan sikap kesetiaan, kejujuran, ketulusan terhadap kelompoknya.
Apakah iman seorang manusia masih ada ? sedangkan dunia saat ini membutuhkannya.
Sabtu, 23 Mei 2009
Sabtu, 02 Mei 2009
cinta dan benci
Ada suatu nasihat dari rasul kanjeng nabi Muhammad saw tentang cinta dan benci." cintailah kekasihmu secara wajar saja, siapa tau suatu ketika ia menjadi seterumu. Dan bencilah seterumu secara wajar juga, siapa tahu suatu saat dia menjadi kekasihmu". Cinta dan benci adalah naluri manusia. Tidak heran jika agama memberikan petunjuk menyangkut hal ini. Manusia memiliki kalbu ,yg bhasa artinya "bolak - balik". Hati manusia dinamai kalbu karena ia sering berubah - ubah, sekali kekiri dan sekali kekanan.Apalagi tidak memiliki pegangan.Cinta dan benci mengisi suatu waktu, sedangkan waktu itu terus berlalu. Karenanya, cinta dan bencipun dapat berlalu.Sebelum bercinta , seseorang merasa dirinya adalah salah satu yg "ada". Tetapi ketika bercinta, ia dapat merasa memiliki segala yg "ada" atau tidak menghiraukan yg "ada". Ketika cintanya putus, ia merasa "tidak ada" dan hampa.Demikianlah cinta mempermainkan manusia. Abu Hayyan At-Tauhidy menulis: "perjalanan yg paling panjang adalah perjalalnan mencari sahabat". Sahabat, menurut Aristoteles, adalah anda sendiri, hanya saja dia orang lain.Wassalamualaikum
waspadalah!!!!
Tepatnya abad 19 Masehi hari rabu jam 11, datanglah orang - orang yang jenius melintasi perkemahan Fisip UNPAD jatinangor. Mereka perlahan masuk berderetan seperti kereta api yang menyala - nyala, dengan ekspresi wajah yang sedikit garang dan cuek. Mereka kemudian masuk kedalam ruangan C 201untuk menampilkan dan mendengarkan presentasi CO/CD, bukan CO2. Suasana mencekam mempengaruhi atmosfir ruangan, semenjak orang - orang ini datang. Awal kerusuhanpun mulai tampak ketika bapak dosen mempersilahkan siapa yang akan dahulu untuk menampilkan buah pemikirannya yang berbentuk simbol guna menggambarkan seorang CD Worker. Orang - orang mulai berebut, siapa yang akan tampil duluan, dan akhirnya penampilan pertama adalah sudari Dieis dan kawan - kawan.(Rusuh pertama ) Suasana riuhpun mulai menjadi - jadi , teriakan - teriakan yang menyebalkan dan kesan " riweuh" terdengar lantang dari belakang. Ingat!! Orang - orang yang riweh itu sukanya duduk di belakang, tapi ada satu atau dua orang di depan untuk memantau situasi. ( rusuh ke dua ) Kemudian dilanjutkan dengan penampilan seorang maestro humor, Semi ( Asep Saeful Miraj ) dengan gayanya dan bahasanya yang super - super lebay. Seluruh orang dikelas itu terbawa suasana lebaynya samapi ada yang menjeri - jerit, bahkan seorang dosen tertawa terpingkal - pingkal melihat tingkahlaku seoran Semi. ( Rusuh ke tiga ) Adalah pertanyaan, komentar, serta celetukan yang membuat bulu kuduk ini merinding. contohnya " awas si Ekky komunis"," ada yang tua"," Cum buka kupluknya", "Deis mau nanya", " Ergy Romero uy","ehem Laban"," apa sih Be"," apasih Syal","apsih dew"," budak teh meuni ngaremeh "," DeVy ( Deni Yulvy ) aye". " eta manuk dahar toge uy", " si Lucky tomboi uy"," Cil berdiri cil"dan banyak lagi yang tidak bisa di sebut semuanya...Untuk menghadapi orang - orang ini. Pertama jangan dengerin orang - orang setres ini, karena ini hanya bercanda. kedua jangan melawan karena kalau ada yang melawan, orang - orang ini semakin menjadi - jadi yang ujungnya akan ada kekerasan. ketiga Maavkan orang - orang Proletar ini, kelakuannya emang gini, tapi hati - hatinya Insyaallah baik...
Ini Fakta bahwa kerusuhan ini tidak hanya di kelas saja, namun di seluruh alam yang orang - orang ini pijak, jadi waspadalah!!!waspadalah!!
Ini Fakta bahwa kerusuhan ini tidak hanya di kelas saja, namun di seluruh alam yang orang - orang ini pijak, jadi waspadalah!!!waspadalah!!
Langganan:
Postingan (Atom)