Luarbiasa itulah kata yang pantas Saya katakana untuk dua minggu yang lewat ini terhitung akhir Mei – awal Juni 2011. Bagaimana tidak luar biasa Bray dalam dua minggu ini mulai dari kegiatan, keadaan, perasaan semua menumpuk bak cucian kotor di kosan yang tidak dicuci – cuci selama dua minggu. Sampai Saya lupa hari demi hari ,,hari apa ya sekarang? Senin, Kamis atau jumat? (lebay mas Bro).
Anugrah dari Ya Rahim yang patut disyukuri mengingat pada akhir Mei 2011 Teh Lia ( kakak ), sembuh dari penyakitnya. Padahal menurut dokter, penyakit tersebut tidak bisa sembuh karena belum ada obatnya. Namun yang punya dokternya dan juga alam semesta ini berkehendak lain, Gusti Allah SWT menghendaki Lia Syofar Kamalia untuk sembuh yaa sembuh lah. Kemudian dalam waktu tidak terlalu lama dari kesembuhannya, ada dua orang pria dalam kurun waktu tiga hari melamar Teh Lia. Hal ini, merupakan kebahagian yang luarbiasa bagi beliau, keluarga dan kerabat. Alhamdulillah setelah perundingan dan hasil istikharoh menetapkan seorang laki–laki yang insyAllah diridhoi Allah SWT, selamat ya Teh semoga selau dalam perlindunNya, amin. Kebahagian yang diberikan secara bersamaan ini merupakan buah kesabaran teteh selama bertahun–tahun. Hal ini, sesuai dengan apa yang pernah saya dengar (bahwa Allah Swt bersama orang – orang yang sabar), mangkanya kalau punya anak kasih nama Sobirin aja, biar dijaga Allah SWT terus,hehe.
Sebaliknya perasaan mencemaskan datang ketika mamah mulai sakit – sakitan,si teteh prikitiw sakit juga akibat mungkin kecapean karena harus melakukan pekerjaan lainnya yang telah di tinggalkan pegawai yang keluar dari kanti dengan berbagai alasan ada yang bilang sakit, mau nikah dsb. Hal ini membuat perasaan kesel terhadap pegawai. Mereka pulang begitu saja tanpa ada kesepakatan dari kita sehingga kita kewalahan dalam menjalankan kantin yang ditinggalkan tiga pegawai sekaligus. Kedaan ini membuat kita bekerja dengan berbagai peran:
Pagi : si AA kepasar menggantika mamah yang sakit, Saya harus jadi kasir gadungan,hehe teteh prikitiw persiapan kecil di dapur .
Siang : AA jadi kasir kembali, kemudian saya jadi tukang jus, teteh prikitiwi koki nasgor ( relative lebih ringan ), dan pengantar teh Ati yang dialihkan dari dapur.
Malam : Dengan formasi yang semakin sedikit yaitu hanya empat orang di dapur kami pun saling mengisi dan harus memainkan peran yang banyak (lada)
Langkah selanjutnya kami pun mencari pegawai untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan pegawai. Kami pun mencari di jatinangor dan Garut. Alhamdulillah dalam waktu satu minggu lebih kami mendapatkan pegawai sehingga kekosongan pun mulai terisi.
Dalam waktu bersamaan saya pun harus menyelesaikan dua kegiatan yaitu penyelesaian proyek penelitian jurusan dan persiapan pernikahan Teteh. Laporan penelitian harus selesai satu minggu ini, sehingga mengaharuskan tim Posyandu ( saya, Tole, Saemi ) harus kerjakeras bergadang di kontrakan om K, bersama tim lainnya. Sayapun selesai dari kantin jam 8 harus menuju Perum Cileunyi Indah markas penelitian untuk bergadang ampe dini hari, dan paginya harus nongkrong di kantin, Labo ( lada bo),haha. Selanjutnya, pernikahan teteh yang semakin dekat mengharuskan kami mempersiapkan segala sesuatu untuk hari H seperti acara lamaran sekaligus kesepakatan tanggal perkawinan, gedung, baju, undangan dsb. Hal ini, membuat kami harus bulak balik Garut - Nangor dengan bergantian.
Semua hal ini merupakan suatu gambaran kecil tentang tahapan kehidupan selanjutnya. Dimana, tahapan kehidupan selanjutnya memaksa saya untuk melakukan beberapa peran yaitu sebagai manusia ibadah, manusia pekerja, manusia pemikir, manusia yang menggunakan hatinya, manusia yang sehat, manusia bermain. Maka dari itu seruling itu harus terus di tiup, gendang itu harus dipukul, gitar itu harus dipetik, sehingga, harmoni keseimbangan hidup itu akan terasa indah. Saya harus terus belajar dalam menggapai harmoni keseimbangan itu, karena sangat dibutuhkan dalam kehidupan saya.
Selama ini Saya ingin ber haturnuhun kanggo:
Gusti Allah SWT yang telah menjadikan ku pedang kemudian Kau asah aku dengan duniaMu untuk jadikanku pedang yang tajam, walaupun gesekan itu terasa “panas”. Engkau lebih penting dari kepentingan apapun, karena aku tidak akan ada tanpaMu. Rasullullah, Engkau sangat penting bagi umat manusia termasuk aku. Karena, Aku tidak akan ada tanpaMu. Orang tua ku, Kalian penting sekali. Karena, Aku tidak akan ada tanpa kalian. Keluarga ku, Kalian penting. Karena , Aku tidak akan ada tanpa kalian. Kerabat, sahabat, teman, orang yang mengenal selewat kalian penting. Tetapi, Aku tetap ada kalau tidak ada kalian. Negara Indonesia, anda tidak begitu penting. Karena, tanpa anadapun Aku akan tetep ada. Tropic of cancer yang memberikan gambaran mengenai kehidupan manusia dengan berbagai macam masalah ( kemiskinan, kelaparan, pembunuhan, korupsi, kekejaman pengusaha ). Hal ini, membuat kita harus banyak bersyukur dengan keadaan kita sekarang ini. Komunitas Kenduri Cinta yang telah memberikan banyak cerita, teori, pengalaman, cara berpikir, mengenai kecintaan atas segala apapun. Barudaks PALAKS yang telah memberikan banyak inspirasi, diskusi, proyek, ngopi n rokok bareng dalam minggu ini.