Sabtu, 02 Mei 2009

cinta dan benci

Ada suatu nasihat dari rasul kanjeng nabi Muhammad saw tentang cinta dan benci." cintailah kekasihmu secara wajar saja, siapa tau suatu ketika ia menjadi seterumu. Dan bencilah seterumu secara wajar juga, siapa tahu suatu saat dia menjadi kekasihmu". Cinta dan benci adalah naluri manusia. Tidak heran jika agama memberikan petunjuk menyangkut hal ini. Manusia memiliki kalbu ,yg bhasa artinya "bolak - balik". Hati manusia dinamai kalbu karena ia sering berubah - ubah, sekali kekiri dan sekali kekanan.Apalagi tidak memiliki pegangan.Cinta dan benci mengisi suatu waktu, sedangkan waktu itu terus berlalu. Karenanya, cinta dan bencipun dapat berlalu.Sebelum bercinta , seseorang merasa dirinya adalah salah satu yg "ada". Tetapi ketika bercinta, ia dapat merasa memiliki segala yg "ada" atau tidak menghiraukan yg "ada". Ketika cintanya putus, ia merasa "tidak ada" dan hampa.Demikianlah cinta mempermainkan manusia. Abu Hayyan At-Tauhidy menulis: "perjalanan yg paling panjang adalah perjalalnan mencari sahabat". Sahabat, menurut Aristoteles, adalah anda sendiri, hanya saja dia orang lain.Wassalamualaikum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar